site stats

Cubital Tunnel Syndrome Rekt, Ini Dia Gejala yang Pertama kali Dia Rasakan

Cubital Tunnel Syndrome Rekt
Cubital Tunnel Syndrome Rekt

Kabar duka datang dari salah satu anggota tim esport Evos yaki Rekt. Rekt diduga terkena cubital tunnel syndrome atau suatu kondisi di mana saraf ulnar di dalam siku merasa sakit saat ditekan. Untuk penyebab umumnya sendiri dari cubital tunnel syndrome ini adalah peningkatan tekanan yang biasanya dari tulang atau jaringan ikat pada saraf di pergelangan tangan, lengan, atau siku.

Sementara ter diagnosanya Rekt mengalami cedera cubital tunnel syndrome telah ia ceritakan ketika melakukan livestream kepada para penontonnya. Rekt memaparkan bahwa dia mengalami mati kebas pada tangan atau mati rasa. Ia juga bercerita bahwa hal yang dialami ini bermula ketika daerah tangan, terutama sekitar jari mengalami kesemutan.

Selanjutnya Rekt pun mencari akan hal ini di Google, dan didapati bahwa penyebabnya sendiri berasal dari aktivitas yang terjadi secara terus-menerus. Rekt memang sudah menjalani pekerjaan sebagai tim esport kurang lebih sekitar empat tahun, dengan begitu aktivitas yang sering ia lakukan adalah menggunakan lengannya.

Ternyata tidak hanya Rekt saja yang mengalami cubital tunnel syndrome ini, tetapi ada juga beberapa veteran MPL lainnya yang kasusnya sama mengalami cubital tunnel syndrome, adapun diantaranya seperti Oura, Jonathan Liandi, Tuturu, dan lain-lain.

Apa Itu Cubital Tunnel Syndrome?

Cubital tunnel syndrome sendiri adalah sebuah keadaan yang dimana saraf ulnar siku terasa sakit saat tertekan. Cubital tunnel syndrome bisa saja dialami oleh kalian, jika kalian melakukan beberapa daftar penyebab cubital tunnel syndrome dibawah ini.

  • Terlalu sering bersandar dengan menggunakan siku pada area permukaan yang keras.
  • Menekuk siku dengan dalam jangka waktu yang lumayan lama, adapun hal ini seperti bermain game, menelpon, tidur dengan keadaan siku ditekuk, dan lain-lain.
  • Melakukan aktivitas fisik yang terlalu berat sehingga meningkatkan tekanan saraf ulnar.
  • Karena pertumbuhan tulang di siku yang tidak normal.

Tapi cubital tunnel syndrome ini lebih beresiko terjadi terhadap orang yang obesitas atau kelebihan berat badan. Adapun saraf ulnar bisa rusak setelah melakukan pekerjaan yang menggerakkan siku berulang kali.

Ciri-ciri dari cubital tunnel syndrome bisa ditandai dengan seperti kesemutan di jari manis dan kelingking, lemahnya otot di daerah jari sehingga sangat sulit untuk menggenggam sesuatu, dan lain-lain.

Cara Supaya Terhindar dari Cubital Tunnel Syndrome

Cubital tunnel syndrome bisa saja menimpa semua orang, jadi alangkah baiknya jika kita mencegahnya terlebih dahulu. Adapun beberapa cara dibawah ini bisa langsung kalian praktekan di rumah dan dijalankan setiap hari. Berikut cara supaya terhindar dari cubital tunnel syndrome.

  • Hindari kebiasaan menekuk siku terlalu lama seperti biasakan tidur dengan keadaan lengan lurus, dan sebagainya.
  • Jangan terlalu sering menopang siku pada permukaan yang keras, apalagi jika hal ini dilakukan hingga berjam-jam.
  • Gunakan bantalan untuk melindungi daerah siku ketika tidur.

Kesimpulan

Menghindari lebih baik daripada mengobati, jadi hindarilah kebiasan-kebiasan yang telah tadi disebutkan di atas supaya tidak terkena cubital tunnel syndrome. Semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda, dan semoga kalian sehat selalu.